Setelah bingung dengan Pangandaran yang sekarang terlalu ramai dan tidak bisa menikmati pantainya dengan tenang. Akhirnya kami menemukan pantai yang tidak kalah elok dibandingkan Pangandaran. Dengan ombak yang tenang dan dengan suasanaya yang jauh lebih bisa dinikmati dibandingkan Pangandaran yang sudah terlalu komersil (kalau menurut saya).

Pantai itu bernama Batu Karas. Letaknya sekitar 45 menit dari Pangandaran menyusuri aliran Green Canyon. Sepanjang jalan menuju pantai ini, mata akan disuguhi pemandangan yang meneduhkan berupa aliran air berwarna hijau tosca dari Green Canyon di sebelah kiri dan hijaunya sawah atau perkebunan rakyat di sebelah kanan. Jalanan yang halus dan meliuk-liuk semakin menambah kenikmatan perjalanan menuju pantai ini.

Untuk memasuki kawasan pantai ini, kami dikenai retribusi (ya iyalahh). Karena kami naik mobil Avanza, retribusinya sebesar Rp 27.700. Kawasan pantai ini ternyata baru mulai dibangun. Nampak banyak fasilitas-fasilitas pendukung yang masih setengah jadi. Beberapa hotel masih nampak sedang dalam tahap pengerjaan. Sepertinya banyak investor yang tertarik untuk membangun di pantai ini.

Setelah saya telusuri, ternyata memang kawasan pantai ini merupakan pantai yang notabene sering dijadikan jujukan untuk para peselancar. Ada situs pemindai spot berselancar internasional, www.wannasurf.com, yang berani memberikan bintang 3.5 untuk pantai ini (dari 5 bintang). Dari situs tersebut, saya peroleh informasi bahwa ombak di pantai ini bisa untuk pemula sampai menengah (di situs tersebut ditulis sebagai FUN). Sedangkan untuk peselancar yang sudah mahir pantai ini terlalu mudah untuk ditaklukkan. Pantai ini berada di teluk, sehingga ombaknya relatif tidak ganas. Dari para peselancar lokal, saya peroleh informasi bahwa berselancar di kawasan ini mengenal waktu-waktu tertentu (di tempat lain sepertinya juga demikian dink). Karena ombaknya tidak sama sepanjang tahun. Hanya pada musim angin Barat saja ombaknya bisa dinaiki (tolong dikoreksi jika salah). Selebihnya, ombaknya terlalu kecil untuk dinaiki.

Jika di Pangandaran, kita akan sering menemui bapak-bapak pemilik perahu yang menawarkan kunjungan ke Pasir Putih dengan dandanan ala nelayan (kaos lengan panjang, celana panjang plus topi lebar), maka di Pantai Batu Karas ini yang sering kita temui adalah peselancar lokal yang bertelanjang dada , celana hawai dan berkulit keling. Hampir semua dari para peselancar lokal ini membuka surfing coach atau toko peralatan berselancar. Namun pada masa ombak landai ini beberapa dari mereka kemudian beralih membuka wahana Banana Boat atau Donut Ufo bagi para pengunjung. Dan tentu saja ini menguntungkan bagi wisatawan domestik yang biasanya jarang bisa berselancar (macam saya).

Oh iya, karena pantai Batu Karas ini diperuntukkan untuk berselancar, maka banyak dari hotel yang dibuat dengan konsep yang lebih baik (baca:elegan) dibandingkan Pangandaran. Mungkin karena peselancar yang sering mampir ke Pantai ini kebanyakan adalah turis asing.

Selain selancar, banana boat atau donut UFO, kawasan pantai ini juga memiliki spot untuk snorkeling. Biayanya sekitar 1.5 juta per hari. Termasuk sewa perahu dan alat dengan durasi sekitar 5-6 jam (sangat bisa diperpanjang jika bisa bernegosiasi dengan penyedia jasa snorkelingnya)

Namun yang yang saya sukai di pantai ini dibandingkan Pangandaran adalah bahwa kita bisa menikmati pantai dengan bebas tanpa dihalangi oleh pemandangan warung-warung penjual cinderamata. Kawasan untuk penjual cinderamata dan makanan ringan ternyata di lokasikan di sekitar area parkir. Dengan tertata rapinya area ini, maka sungguh menikmati pantai di Batu Karas menjadi hal yang sangat hhmm… relaxing.

Untuk makanan, kawasan ini memiliki banyak restaurant dengan menu seafood maupun non seafood seperti kambing guling atau bahkan kuliner barat. Untuk seafood sepertinya kawasan ini masih mengambil pada kawasan Pangandaran karena sewaktu saya kesana, tidak nampak satupun kapal nelayan. Untuk harga, tenang saja.. masih masuk akal kok.

Untuk hotel, kawasan Pantai Batu Karas ini mempunyai hotel-hotel dengan konsep yang lebih tertata dibandingkan Pangandaran (menurut saya sih). Banyak hotel-hotel dengan konsep cottage atau villa yang standardnya sudah tinggi. Salah satunya bernama Java Cove. Hotel mungil dengan konsep minimalis tapi sangat nyaman.

Sayang, karena saya hanya mampir di Pantai Batu Karas ini dan tidak sempat bermalam, maka pengalaman saya tentang kawasan ini jadi kurang. I shall be back!!