Looking for culinaryman alias mencari sosok pencinta kuliner. Siapakah gerangan dia ?

Berawal dari pemeksonan (berasal dari kata pekso) saya terhadap seorang teman untuk mengisi kuesioner skripsi saya. Dan karena kuesioner saya itu berkaitan dengan pola dan minat makan seseorang, maka kemudian ada salah satu pertanyaan yang berisi bahwa : Jenis makan manakah yang paling sering anda lakukan di luar rumah. Dan dari semua jenis makan (sarapan, makan siang, after lunch alias makan sore pasca pulang kantor, makan malam dan supper alias makan tengah malah), beliau memilih semuanya. Amazingkah ? La yah jelas donk.. luar binasa pokokmen. Walaupun sebenernya beliau hanya mewakili orang-orang sejenis beliau yang tresno banget kaliyan kuliner Indonesia.

Beliau adalah salah satu contoh dari beribu-ribu contoh orang yang sangat mencintai masakan Indonesia. Jika kemudian di cari, golongan manakah yang paling culinest diantara semua golongan di Indonesia. Maka, beliau dan golongannya adalah golongan kulinariman. Beliau adalah anggota golongan cowok (semoga benar adanya beliau), berpenghasilan tinggi (tidak peduli darimana mengalirnya uangnya), dan ngekost. Golongan ini adalah golongan yang tidak bisa masak, suka makan sehingga harus makan di luar rumah. Sehingga setiap kali makan, mereka harus menghabiskannya di luar rumah. Bayangkan kecintaan mereka terhadap warung tetangga mereka, dan warung makan yang nikmat lan ngangeni lidah sensitif mereka. Jika mereka sehari makan 5 kali (sesuai hasil kuesioner saya), dikalikan jumlah hari dalam 1 tahun yaitu 365. Maka, paling tidak mereka makan 1825 kali di tempat berbeda. Pernah kah anda menghitung Pak Bondan Winarno sang Pakar Kuliner itu makan berapa kali dalam setiap tayangannya ? Cuma 3 kali. Itupun hanya hari Senin sampai Jumat maksimum. Cuma sebanyak 624 kali dalam setahun, Pak Bondan sang Pakar Kuliner itu makan di luar. Teman saya itu 3 kali lipat lebih rajin mengelana dan menikmati kuliner Indonesia dibandingkan Pak Bondan.

Maka, kemudian saya sampaikan salam SALUT dan HORMAT. Andalah orang yang cocok dinobatkan sebagai Kulinariman. Dan jika temen-temen ingin melihat cerita beliau, silakan mampir di www.otakudang.org. Inilah sosok seorang kulinariman yang sebener-benernya. Bahkan dari judul blognya pun menyiratkan kecintaan beliau terhadap makanan yang berasal dari Otak Udang. Anda bisa bayangkan betapa sulitnya mencari otak dari udang. Jadi mungkin buat beliau, otak udang adalah contoh makanan eksotis nan bergizi tinggi sebagai bentuk apresiasi beliau terhadap kekayaan rasa dan sensasi makanan.