eudeart

Just another WordPress.com weblog

Menjadi Lilin

Ayah.. Bagaimana mencintai dengan benar ?

Anakku.. Untuk mencintai dengan benar, jadilah seperti lilin… Biarkan cahayamu menerangi hatinya dan menerangi setiap hari-hari yang dilaluinya walaupun itu memakan habis seluruh dirimu.. Itulah makna cinta sejati

Ayah.. Apakah lilin tidak berharap sama sekali ?

Anakkku.. Apakah lilin pernah menolak saat engkau nyalakan dia ?

Ayah.. Bagaimana jika aku menjadi lilin tapi yang memegangku orang buta ?

Anakku.. Sekalipun dia buta, dia akan merasakan hangatnya cahayamu di tangannya. Usah kau risau bahwa dia tidak mengerti. Sekalipun orang buta, dia akan tetap merasakan keberadaanmu di hari-harinya lewat hangatnya sinarmu..

Ayah.. setiap lilin tentu ada waktunya habis. Jika sudah cintaku sudah habis, lalu bagaimana ? Bukankah mereka jadi tidak bisa merasakan cintaku lagi ?

Anakku.. kali ini aku tidak bisa menjawab. Hanya dirimu yang bisa menjawab, selama apa engkau akan berpijar sebagai lilin ?…

No comments yet »

Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>