Ayah.. Bagaimana mencintai dengan benar ?
Anakku.. Untuk mencintai dengan benar, jadilah seperti lilin… Biarkan cahayamu menerangi hatinya dan menerangi setiap hari-hari yang dilaluinya walaupun itu memakan habis seluruh dirimu.. Itulah makna cinta sejati
Ayah.. Apakah lilin tidak berharap sama sekali ?
Anakkku.. Apakah lilin pernah menolak saat engkau nyalakan dia ?
Ayah.. Bagaimana jika aku menjadi lilin tapi yang memegangku orang buta ?
Anakku.. Sekalipun dia buta, dia akan merasakan hangatnya cahayamu di tangannya. Usah kau risau bahwa dia tidak mengerti. Sekalipun orang buta, dia akan tetap merasakan keberadaanmu di hari-harinya lewat hangatnya sinarmu..
Ayah.. setiap lilin tentu ada waktunya habis. Jika sudah cintaku sudah habis, lalu bagaimana ? Bukankah mereka jadi tidak bisa merasakan cintaku lagi ?
Anakku.. kali ini aku tidak bisa menjawab. Hanya dirimu yang bisa menjawab, selama apa engkau akan berpijar sebagai lilin ?…


