eudeart

Just another WordPress.com weblog

Bulan Syawal kok begini ya ?

Bulan syawal seharusnya umat Islam bergembira. Berpesta. Karena terbebas dari api neraka. Ramadhan yang sebulan itu seharusnya menggembleng kita menjadi insan yang bertaqwa. Menjadi manusia yang kembali kepada kesadaran akan ruhnya. Akan dirinya yang sebenarnya. Dan berlega hati karena saling memaafkan dan saling berbagi.

Tapi kenapa justru malah seperti ini ya ? Kemenangan dan kegembiraan yang Engkau janjikan berlalu begitu saja ya Allah. Justru kesedihan karena ditinggalkan bulan dimana Engkau pasti mengijabahi setiap doaku.

Dan kenapa rasanya hadiahMu akan ibadahku tak juga datang ? Justru badai itu datang terulang ? Menggulung hari-hariku. Memendungkan hatiku. Tepat saat aku bahagia akan segera melangkah lagi, kau uji lagi aku dengan persoalan yang sama. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. Sesungguhnya kita ini berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya.

Ya Rabbiku… Apakah ada puasaku yang kurang sempurna ? Apakah ada amal ibadahku yang ternoda riya ? Apakah ada sodaqohku yang tercemar ketidakikhlasan ? Dan hampir pasti jawabannya iya… Ya Allah.. sungguh tak akan mampu aku menjaga hatiku senantiasa ikhlas dan tawadhu jika tanpa pertolongan dan ijinMu. Sungguh aku hanya manusia yang lemah dan tanpa daya dihadapanMu…

Ku buka Al QuranMu ya Allah.. Ya Rabbi..

Kau ingatkan aku untuk bertaqwa… kubuka lagi lembar yang lain.. dan Kau ingatkan lagi aku untuk bertaqwa… Dan aku merenung kembali, apakah aku masih belum cukup bertaqwa ? Jawabannya tentu saja belum. Ya Allah, kuatkan hatiku untuk selalu bertapak di titianMu. Kuatkan imanku untuk selalu bersyukur atas qadarMu.

Ku buka lembar lain.. dan Kau ingatkan aku untuk berikhtiar. Sungguh aku berikhtiar ya Allah. Engkau Maha Melihat, dan Engkau Maha Mendengar.. Tak henti ikhtiarku untuk memperbaiki semuanya. Tak hentinya aku berusaha dan berusaha.. Ya Rabbiku, kuatkan hatiku untuk selalu berikhtiar dengan ikhtiar yang Engkau ridhoi.

Ku buka lembarMu yang lain.. dan kini Engkau inginkan aku untuk bersabar. Dan kini aku pun pasrah. Meluruh dan melemah. Sudah sampailah aku pada tahap dimana aku sudah merasa ini bukan lagi areaku. Sudah terhentilah semua ikhtiarku. Hanya tinggal bersabar menunggu pertolonganMu. Sungguh ku yakin bahwa pertolonganMu amatlah dekat.

Kini hanya tinggal takdirMu yang akan menuntun langkahku. Sudah habis usahaku. Sudah terhenti cara pikirku. Telah meluruh seluruh hatiku padaMu. Hanya tinggal pertolonganMu yang aku nantikan. Dan bersabar adalah senjataku yang terakhir. Sungguh aku yakin pertolonganMu amatlah dekat.

Ya Allah.. Ya Rabbi.. Engkau sungguh Maha Melihat lagi Maha Mendengar, dan atas sifat-sifatmu aku yakin Engkau melihat kesedihanku dan mendengar doaku. Dan aku yakin Engkau tidak akan tega melihatku terus mengemis pertolonganMu.

Dan kini.. kutunggu sodaqohMu atasku ya Allah..

PS : teruntuk genduk yang amat aku sayangi, aku masih tidak mengerti apa yang engkau inginkan sampai saat ini. apa maksud dari semua perlakuan ini ?

2 Comments »

  hio wrote @

wedew…ono opo maneh kie?

  yoso wrote @

piye iki


Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>