eudeart

Just another WordPress.com weblog

Archive for September, 2007

Pengumuman Finalis Lomba Kaos Detikinet

Setelah hampir dua bulan menunggu dengan penuh harap-harap cemas, kini diumumkan finalis lomba kaos detikinet. Finalisnya berjumlah 7 desain. Linknya ada disini ya

Lomba Kaos Detikinet

Dan maaf, ternyata desain saya tidak termasuk sama sekali dalam finalis-finalis tersebut.  Hehehehe..

Jelas donk. Jika dilihat dari sisi materi, teknis dan filosofi, ternyata desain saya jauh dari kesan original, unik dan different. Silakan dicermati betapa finalis-finalis desain kaos ini luar biasa uniknya plus digarap dengan sedemikian tinggi teknis gambarnya. Sehingga outputnya pun tentu jadi maksimal.

Hal ini mengingatkan saya pada satu hal yang kemarin disampaikan ustadz Satory di acara pengajian harian ramadhan di Daarut Sholihah.

“Sebagian dari keberhasilan di akhir suatu aktifitas ditentukan di awal dengan berserah di kepada Allah”

Dan bila direnungkan, memang pada waktu membuat desain ini kemarin, saya terlalu overconfident. Terlalu pede. Tidak ada tawakalnya kepada Allah. Dan Allah tentu saja menegur saya dengan cara yang bijak. Semoga Allah berkenan memberikan kesempatan lagi padaku untuk memperbaiki caraku memulai suatu aktifitas. Amien.

So.. Skarang.. Saatnya memilih finalis-finalis tersebut. Mana yang anda pilih ?

Ya Allah, Ijinkan aku Bersyukur

Dalam Quran Surah Al-Insyirah , Allah menyatakan :

[94:1] Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

[94:2] Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu

[94:3] yang memberatkan punggungmu?

[94:4] Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu

[94:5] Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

[94:6] sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

[94:7] Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain

[94:8] dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Ya Allah Ya Rabbi. Sudah Engkau beri aku kenikmatan yang amat sangat. Sudah Engkau angkat kesulitan yang menerpaku selama 2 bulan lebih ini. Sudah Engkau tunjukkan jalanku sesuai keinginanMu.

Ya Allah, ijinkan aku merasa takut. Takut bahwa segala yang Engkau berikan ini adalah cobaan bagiku. Takut bahwa ini adalah istidrojMu. Sungguh tidak ada daya upaya dan amal kebaikan yang bisa aku tukarkan dengan sedikit saja nikmatMu. Ya Allah, jangan Engkau cambuk aku dengan cambuk hukumanMu. Ringankanlah hukumanMu atasku.

Ya Allah, jika ini adalah nikmatMu. Ijinkan aku bersyukur. Dengan syukurnya seorang hamba sahaya yang dimerdekakan tuannya. Syukurnya anak yang disayangi orang tuanya. Ya Allah.. kuatkan hatiku untuk selalu berjalan di atas taliMu. Kuatkan imanku ya Rabbi. Sungguh Engkau Maha meliputi segala sesuatu.

Note : Jika semalam kau bertanya apakah aku bahagia nduk. Aku bahagia luar biasa, tapi aku juga takut. Tidak cukup rasanya ibadahku untuk mendapatkan kebahagiaan sebesar ini nduk. Semoga Allah berkenan memudahkan jalan kita untuk membayar seluruh nikmat dan kebahagiaan yang Beliau berikan. Amien.

Nduk, ai shiteru..

Nyanyian Hati Untuk Rabb-ku

Pernah merasa sebuah lagu rasanya nancep banget di hati ? Aha.. ndak usah malu-malu. Ngaku saja. Pasti pernah. Apalagi kalo pas patah hati. Trus denger lagu melow-melow…. Rasanya kayak senasib sepenanggungan dengan penyanyinya wis. Apalagi kalo video klipnya juga pas. Waduh.. Semakin makin wis. Dan kemudian kadang ada rasa iseng supaya lirik lagunya itu dicustomize supaya semakin mirip dengan kisah kita. Bener ?

Somehow, di Ramadhan ini ada sebuah lagu dari bang Armand Maulana cs dari album Love Peace and Respectnya yang rasanya nancep banget di hati. Judulnya 11 Januari. Apa hubungannya saya sama 11 Januri ? Ndak ada jeh. Yakin ! Tapi lagu ini mengingatkan saya betapa Rabb saya itu mungkin bernyanyi demikian juga kepada saya. Dan inilah jawaban saya ala lagu 11 Januarinya Gigi yang saya customize sedikit liriknya.

Dan bulan Ramadhan bertemu
Menjalani kisah cinta Ini
Naluri berkata akulah
MilikMu

Bahagia selalu dimiliki
Bertahun menjalani bersamaMu
Kunyatakan bahwa Engkaulah
Jiwaku

Engkaulah Penjagaku
Engkaulah Pelindungku
Engkaulah Pendampingku
Di setiap langkah-langkahku

Pernahku menyakiti hatimu
Pernahku melupakan janji ini
Semua karena aku ini
Manusia

Kau bawa diriku
Ke dalam hidupMu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang

Senyumku juga sedihku
Adalah takdirMu
Kau sentuh cintaku
Dengan lembut
Dengan sejuta warna

Rasanya meleleh air mata saya setiap saya inget lagu ini. Betapa rasanya kasih Rabb saya itu melimpah ruah memenuhi setiap rongga hati saya. Alhamdulillah ya Rabbi. Sungguh akulah milikMu. Seluruh hidupku, matiku dan ibadahku adalah milikMu.

Note : Ya Allah, terima kasih telah menjawab doaku. Betapa besar kuasamu meliputi segala sesuatu. Hasbunallah wa ni’mal wakil.. Ni’mal maula wa ni’man nassiir..

Dan Ramadhan Datang

Barusan dapet email dari Milis Dzikrullah. Email dari Mister Abu Sangkan dan Mister Yusdeka. Demikian ini isi emailnya.

PESAN RAMADHAN 1428 H

Sahabat, tak terasa Ramadhan sudah menghampiri kita kembali dengan kecepatan yang mencengangkan. Rasanya baru kemarin kita selesai menjalankan ibadah Ramadhan dan sekarang kita sudah dijambangi lagi oleh bulan yang mampu mengantarkan kita ke detik-detik pencapaian fitrah. RAMADHAN

Berkali-kali kita sudah diberitahu, bahwa ada suatu waktu di dalam bulan Ramadhan itu yang nilainya tak terperkirakan. Itulah malam LAILATUL QADAR. Banyak cerita yang sampai ke kita tentang kehebatan malam itu, tentang pengalaman-pengalam an orang yang sangat mengherankan kita. Namun berkali-kali pula kita merasa bahwa bagi kita ternyata malam itu hanyalah biasa-biasa saja, kalau tidak mau dikatakan hambar. Kita pun sepertinya tidak disentuh oleh pengalaman yang akan mampu meningkatkan kualitas diri kita sebagai umat manusia.

Walaupun untuk itu usaha kita juga sudah kita tingkatkan dengan sangat signifikan. Ibadah, dzikir, shalat malam, membaca Al Qur’an, pengajian, tidak banyak tidur semalaman, dan amalan baik lainnya sudah kita kita lakukan secara berlebih dari hari-hari biasanya. Dan itupun sudah kita lakukan selama bertahun-tahun untuk setiap Ramadhan. Namun kita masih tetap termangu-mangu melihat pencapaian puasa kita. Duh, ada apakah gerangan penyebabnya ???.

KESAKSIAN RUH

” ….. tanazzalul malaikatu warruuhu fiiha biidznirabbihim min kulliamri … , … pada malam itu turun malaikat-malaikat dan ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala sesuatu …..”

Ternyata lailatul qadar adalah sebuah malam yang dimensinya adalah alam Ruh. Hanya ar-Ruh lah yang mampu melihat para malaikat, hanya ar-Ruh pulalah yang mampu melihat alam ruhani. Pantas saja kita selama ini tidak mampu mendapatkan pengalaman-pengalam an malam seribu bulan ini. Karena kita selama ini ternyata ingin menyaksikannya dengan memakai mata, telinga dan rasa kita. Kita telah memakai alat yang salah untuk menyaksikan keluarbiasaan lailatul qadar itu.

Oleh sebab itu, wahai para sahabatku, marilah kita persiapkan diri kita sebaik-baiknya untuk memasuki bulan Ramadhan 1428 ini. Sejak sekarang, kita bersihkan dada kita sehingga dada kita itu menjadi bening. Dada yang bening itulah sebenarnya yang akan menghantarkan kita untuk bisa terbang tinggi melampau emosi kita, melampui pikiran kita, melampaui alam semesta. Luas tak terbatas, diatas semua rasa, diatas semua pikiran

Puasa yang berbuah adalah puasa yang mampu membangkitkan kesadaran kita untuk memisahkan keberadaan kita dengan diri kita. Sebab kita semata-mata adalah semurni-murninya ar-Ruh. Sedangkan diri kita sendiri tak lain dan tak bukan hanyalah saripati tanah yang sudah dibentuk dengan sangat sempurna oleh Allah untuk kita pakai dalam menjalankan segala atribut kekhalifahan kita dimuka bumi ini.

Kalau sudah begini, maka saat itu sebenarnya kita telah berada di alam ruhani yang mampu pandang memandang dengan Allah, bisa saling mendoakan dengan Nabi-nabi dan hamba-hamba Tuhan yang shaleh. ALAM TAHIYYAT Sehingga kitapun berhak untuk menyatakan kesaksian kita kepada Allah dan Rasulullah, SYAHADAH

Lalu dengan penuh kegembiraan, kita bersama-sama dengan para malaikat bisa turun kembali kebumi, ke alam saripati tanah, ke alam diri kita sendiri untuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas pokok kita di muka bumi ini. Yaitu untuk memakmurkan bumi dan segala isinya, serta untuk membentuk peradaban kita sendiri dengan sebaik-baiknya.

Semua tugas itupun bisa kita lakukan dengan rasa bahagia yang amat sangat, karena kita sudah dibekali pula oleh Allah dengan modal dasar yang sangat melimpah. Ada keselamatan, ada rahmat, ada berkat dari Allah untuk kita tebarkan bagi seisi bumi dan bagi sesama.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1428 H.

Assalamu’alaikum warah matullahi wa barakatuh

Jakarta 12 September 2007

Abu Sangkan …

Deka …

Mardibros …

A Manaf

Hampir 2 bulan saya dibersihkan oleh Allah. Sejak bulan Rajab sepertinya. 3 bulan haram, 3 bulan dimana Allah menciptakan bulan-bulan terbaiknya. Rajab-Sya’ban-Ramadhan. Rasanya dikosongkanlah semua isi bejana saya. DisiapkanNya saya untuk kedatangan bulan ini.

Rasanya, saat bulan Ramadhan tahun ini datang, Allah ingin aku datang sendiri. Sendiri dengan sebenar-benarnya aku. Seolah-olah Allah hanya ingin aku sendiri. Menjadi bulan yang benar-benar hanya aku dan Rabbku. Sedemikian rindukah Allah padaku ? Sehingga beliau tidak mau aku berpaling selain padaNya pada bulanNya tahun ini ? Sungguh kesendirian ini tidak menyiksaku.

Sejak 2 hari yang lalu pasca Qulilah Dhuhurku yang aneh itu, rasanya aku menjadi sendiri. Tapi tidak menyiksaku. Aku dapat merasakan kerinduan Allah padaku menjelang Ramadhan ini. Allah mengangkat bebanku sebentar. Semua kebingungan dan kelelahan hati yang biasa menderaku dalam 2 bulan terakhir ini diangkatNya. Entah kemana rasa bingung itu berpindah. Allah mengangkatnya dari otak dan hatiku. Ia ingin aku seutuhnya pada Ramadhan kali ini. Dan aku pun ikhlas untuk datang kepadaMu ya Tuhanku. Pemilikku. Seluruh hidupku, matiku dan ibadahku.

Dan aku datang penuh senyum dan haru saat Ia memanggilku. Aku datang ya Allah. Aku datang. Sambutlah aku ya Rabb-ku.

Keutamaan Sholat Tarawih Saat Ramadhan

Diambil dari sebuah mailing list sma1bks@yahoogroups.com. Yang saya temukan dengan bantuan mister Google.com. Semoga menguatkan niatku untuk mencari ridho Allah dalam bulan Ramadhan yang akan datang. Semoga Allah mengaruniai ridho kepadaku. Dan aku akan datang dengan ridho lagi diridhoi oleh Allah. Amien.

Shalat tarawih atau shalat malam memiliki keutamaan dan keistimewaaan sebagai salah satu ibadah di bulan suci Ramadhan. Apa saja keutamaan shalat tarawih itu? Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Rasulullah Muhammad SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:

  1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
  2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
  3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
  4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
  5. Pada malam kelima, Allah Ta”ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  6. Pada malam keenam, Allah Ta”ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
  7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir”aun dan Haman.
  8. Pada malam kedelapan, Allah Ta”ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim as.
  9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta”ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
  10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta”ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
  11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
  12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
  13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
  14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
  15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
  16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
  17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
  18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
  19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
  20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
  21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
  22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
  23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
  24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
  25. Pada malam kedua puluh lima, Allah Ta”ala menghapuskan darinya azab kubur.
  26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
  27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
  28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
  29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
  30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

Demikianlah, keutamaan shalat tarawih yang disebutkan oleh Rasulullah SAW.

Sebuah harapan, inginku adalah bersamamu nduk dalam menjalani Ramadhan ini. Semoga Allah mendengarkan doa dan harapanku.

Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘alamiin.