eudeart

Just another WordPress.com weblog

Archive for August 6, 2007

Jangan Hanya Melihat Dengan Mata

Diambil dari sebuah blog seorang temen.

http://surrender2god.wordpress.com

Mengingatkanku untuk tidak melihat semua kejadian yang terjadi padaku, terutama yang akhir-akhir ini sebagai sebuah kesulitan semata. Allah pasti punya cara dan rencana terindah untukku. Aku hanya perlu berpasrah diri pada setiap kesulitan yang aku rasa aku sulit melewatinya. Karena Allah pasti akan menolongku.

Pun dalam kesulitan kali ini, Allah mengirimkan banyak sahabat untuk mengingatkanku. Untuk melihat dengan lebih bijak. Menguatkan hatiku. Menuntunku menjadi lebih baik. Membuka mataku. Membukakan jalanku. Mengingatkanku akanMu.

Teruntuk sahabat dan guruku, semoga Allah menetapkan tali sitaturahmi kita tetap langgeng selamanya. Sampai di surgaNya semoga kita tetap berkumpul. Amien.

Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota, singgah pada rumah seorang yang kaya raya. Keluarga tersebut kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat tersebut tidur di dalam rumah besar mereka. Sebagai gantinya, mereka menyuruh kedua malaikat tersebut tinggal di gudang bawah tanah mereka yang dingin, kotor, tanpa pemanas. Ketika sedang menyiapkan tempat tidur mereka, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding, dan lalu memperbaikinya. Ketika malaikat yang lebih muda bertanya, malaikat yang tua itu menjawab: “Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya.”

Malam berikutnya, kedua malaikat tersebut menginap di sebuah keluarga petani yang miskin, tetapi sangat ramah. Setelah berbagi makanan yang serba sedikit, pasangan petani tersebut mempersilahkan kedua malaikat tersebut tidur di tempat tidur mereka, sedangkan mereka sendiri tidur di lantai.

Ketika matahari muncul di ufuk timur keesokan paginya, mereka menemukan pasangan petani tersebut sedang menangis sedih. Ternyata, sapi yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan mereka, yang memberikan susu setiap pagi, tergeletak mati di pinggir ladang mereka. Malaikat muda menjadi marah dan mencaci maki malaikat tua, katanya: “Mengapa engkau tega melakukan semua ini kepada mereka? Mengapa engkau membiarkan semua ini terjadi? Kemarin kita mendapat kesempatan untuk menginap di rumah seorang kaya raya. Kita dibiarkan tidur di gudang yang kotor dan dingin, tetapi kamu masih membantu mereka dengan memperbaiki dindingnya yang bolong. Malam ini kita menginap di rumah seorang petani miskin yang begitu ramah dan mau berbagi, tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu biarkan sapi yang merupakan satu-satunya sumber hidup, mati. Apa maumu wahai malaikat tua? “

Malaikat tua menjawab singkat: “Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya.” Ketika malaikat muda mendesak untuk menjelaskan, malaikat tua berkata: “Waktu kita menginap di tempat orang kaya kemarin, aku melihat sebuah lubang di dinding. Di dalamnya ada kepingan emas. Tetapi karena orang kaya tersebut sangat tamak, tidak mau berbagi, dan tidak bisa ramah kepada orang lain, maka dinding tersebut kututup. Biar mereka tidak tahu dan tidak dapat mengambil emas tersebut. Lalu malam ini, ketika kita tidur di ranjang Pak Tani, dan mereka mengalah tidur di lantai, malaikat maut datang hendak mengambil isteri petani itu. Tetapi aku belokkan dan sebagai gantinya, malaikat maut itu mengambil sapi Pak Tani.

Tidak semua hal itu seperti bagaimana tampaknya. Terkadang kejadian di sekitar kita juga begitu. Jika kamu memiliki iman, kamu harus percaya bahwa semua hal merupakan keberuntunganmu, meskipun mungkin kita tidak menyadarinya.

Teruntuk Genduk, semoga Allah menguatkanmu dari semua ini. Sungguh aku tahu ini berat. Karena ini berat untukku pula. Tapi percayalah bahwa Allah sudah mengatur sebuah rencana yang indah untukmu dan untukku. Tetaplah bersama Allah dalam setiap hal. Dan Dia akan membimbing hatimu. Amien.