Desentralisasi Listrik Negara

Tags

, , ,

Hari Listrik Nasional akan menjelang. Kini PLN akan berulang tahun ke-69. Dari PLN yang dulu kembang-kempis, kini sudah mulai menanjak performanya semenjak dipimpin Pak Dahlan Iskan. Tapi apakah ruang untuk perbaikan sudah habis ? Tentu saja belum. BlogDetik kemudian digandeng oleh PLN untuk mendapatkan inputan-inputan dari masyarakat demi melihat celah yang mungkin terlewatkan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa masih ada daerah-daerah terutama yang berada di daerah timur Indonesia yang belum terjangkau listrik sama sekali. Dari data, baru 73% daerah di Indonesia yang terjangkau listrik. Sisanya ada yang sudah terjangkau listrik secara pribadi atau kelompok mandiri, dan sekitar 16%nya sama sekali belum terjangkau listrik. Ekspansi pertumbuhan daerah baru yang dijangkau program kelistrikan PLN sekitar 6%. Dibandingkan negara tetangga Vietnam yang penetrasi kelistrikan per tahunnya 10% dari jumlah wilayah, angka 6% sepertinya perlu ditingkatkan.

Kita yang berada di Jawa harusnya masih sangat bisa bersyukur, karena sekalipun ada beberapa waktu yang listrik masih kadang mati, tapi listrik sudah menjadi bagian yang umum di dalam kehidupan kita. Semudah kita menyalakan saklar, dan listrikpun mengalir.

Yang menjadi PR besar bagi PLN sampai umurnya yang ke-69 tentu saja bagaimana membuat seluruh daerah di Indonesia bisa teraliri listrik. Dan sekaligus juga menjaga kestabilan pasokan listrik. Sehingga tidak ada keluhan dari masyarakat tentang mati listrik. Terutama di luar pulau Jawa.

PLN punya dua kesulitan untuk bisa mengaliri listrik ke seluruh Indonesia. Yang pertama karena PLN terlambat mengakomodir perubahan pembangkitnya. PLN menggunakan pembangkit bertenaga bahan bakar minyak. Sayangnya, saat ini karena bahan bakar minyak harganya cukup tinggi di pasaran, sehingga tidak harga akhir produk, dalam hal ini harga KWHnya pun menjadi tinggi. Sekalipun banyak pembangkit listrik PLN yang kini sudah mulai beralih ke gas, tapi yang menggunakan BBM masih cukup banyak.

Kesulitan kedua adalah pengembangan investasi PLN terkonsetrasi pada Jawa yang notabene sudah mempunyai infrastruktur kelistrikan yang cukup. Sedangkan untuk Indonesia bagian timur, untuk membangun infrastruktur listrik masih membutuhkan investasi besar.

Lalu bagaimana solusinya ?

Seperti banyak hal lain di Indonesia, maka issue desentralisasi menjadi sebuah hal yang banyak digaung-gaungkan. Lalu bagaimana dengan konsep desentralisasi kelistrikan di Indonesia ?

Bagaimana jika konsepnya dibuat seperti ini : Karena Indonesia bagian timur terdiri banyak kepulauan, topografi yang berbukit-bukit, tempat penduduk yang terpencar-pencar, maka konsep kelistrikannya akan menjadi membangun pembangkit skala kecil. Pembangkit listrik ini mungkin akan hanya cukup untuk satu RT atau kampung.

Kantong-kantong listrik ini menggunakan potensi kelistrikan lokal. Alangkah indah jika ada banyak pembangkit listrik berbasis tenaga surya, ombak, panas bumi, mikro hidro, angin atau lainnya di daerah timur Indonesia. PLN mempunyai tugas untuk membentuk person-person engineer spesialis kelistrikan skala kecil untuk diterjunkan ke daerah-daerah yang belum terjangkau listrik untuk membangun.

Dengan banyaknya kantong-kantong pembangkit listrik ini, maka daerah-daerah terpencil bisa teraliri listrik. Kebanyakan daerah-daerah ini biasanya hanya membutuhkan sekedar penerangan di malam hari agar tetap bisa beraktifitas. Dan terutama agar anak-anak bisa belajar dengan mudah.

Lalu jika kemudian PLN ingin menjangkau area-area yang jauh ini ke jaring-jaring listriknya, maka bisa tinggal dibangun feeder dan jaringannya untuk sampai ke lokasi.

Bahkan, jika ternyata pembangkit listrik mandiri tadi mampu menghasilkan daya yang melebihi kebutuhan, maka listrik yang dihasilkan bisa dijual ke PLN. Konsep menjual kelebihan pembangkit listrik mandiri ini sudah dipakai di beberapa negara seperti di Australia. Sehingga, banyak rumah di Australia yang menggunakan panel tenaga surya sebagai alternatif listrik rumahan. Dan jika kemudian listrik yang dihasilkan dari panel surya ini berlebih, maka listriknya akan dialirkan keluar menuju jala-jala listrik dan membuat meteran listrik yang biasanya berputar ke searah jarum jam, jadi berbalik. Dengan demikian, maka tagihan listriknya akan berkurang.

Kini sudah banyak ide yang diajukan oleh anak muda Indonesia atau penemu Indonesia yang berkaitan dengan pembangkit listrik pribadi dan mandiri. Tinggal bagaimana PLN mempunyai political will untuk mengintegrasikannya. Dan ini baru bisa dilakukan jika PLN sudah menjadi sebuah perusahan negara yang profesional dan solid secara internal.

Selamat Hari Listrik Nasional. Selamat ulang tahun PLN ke-69. Saatnya bergerak dengan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,011 other followers